http://arenapromo.com/?id=tommywinsky

Iklan

• = Tommy Winsky = •Ž

Kamis, 11 Februari 2010

Kiat Menjadi Orang Ganteng

 
 4 orang yg berpakaian prajurit colosal


Ganteng dalam arti luas (tidak hanya menyangkut fisik) memiliki definisi sebagai berikut : suatu kondisi yang dialami pria dimana ia memiliki wajah, tubuh, suara dan perilaku (attitude) yang menarik/memikat orang lain terlebih lagi bagi wanita. Ganteng bisa merupakan suatu gift atau anugerah dari Tuhan (disebut ganteng alami), namun bisa juga dimunculkan oleh pria itu sendiri (disebut ganteng rekayasa). Tehnik memunculkan ganteng rekayasa bisa melalui operasi plastik di tubuh sampai memakai kekuatan gaib misalnya susuk. Efek yang ditimbulkan oleh akibat kegantengan tersebut biasanya cukup menyenangkan : dicintai banyak wanita, mudah bergaul,  mudah mendapat pekerjaan (jika bosnya wanita), punya kans besar menjadi selebriti. Jika berlanjut, bisa ngorbit menjadi kepala daerah (ikut pilkada).

Berikut adalah kiat-kiat penting agar anda bisa menjadi orang ganteng yang sukses :
1. Bersyukur.
Ini adalah aturan no.1 yang harus dijalankan. Cara paling jitu memunculkan inner-handsome (kegantengan alami) yakni dengan cara banyak bersyukur kepada Tuhan. Meski memiliki wajah ndeso tapi jika banyak bersyukur, nasib anda bisa seperti Tukul Arwana yang kaya raya dan banyak dikelilingi wanita cantik. Dengan banyak bersyukur, wajah dan aura kita akan terpancarkan secara maksimal. Nantinya berbagai keberuntungan/kemudahan hidup akan secara otomatis menghampiri kita.
Ciri orang bersyukur adalah tidak banyak mengeluh. Memang tidak mudah, apalagi kondisi Indonesia lagi sulit seperti sekarang ini. Boro-boro beli pakaian mahal atau parfum mewah, beli sembako aja banyak saudara kita yang mengalami kesulitan. Banyak dari mereka yang masih jomblo karena menganggur sehingga sulit mendapatkan wanita idaman. Maklum saja, wanita mana sih yang mau calon suaminya jadi pengangguran? kecuali kalo orangtuanya kaya raya. Nah bagi yang menganggur silahkan baca artikel tentang Tenaga Kerja Internet. Siapa tau bisa jadi solusi. Tapi jangan lupa, kalo udah jadi orang kaya, bersedekahlah agar rejeki makin lancar dan terhindar dari musibah.
2. Pakaian.
Agar makin ganteng, gunakan pakaian yang serasi dan rapi. Inga! Inga! pakaian tidak mesti mahal. Gunakan pakaian sesuai bentuk tubuh anda dan warna kulit anda. Browsing saja di internet untuk mencari tau jenis pakaian yang tepat untuk fisik anda. Atau kalo anda kenal, silahkan konsultasi ke madam Ivan Gunawan hihihi.
3. Kesehatan Tubuh
Tubuh harus fit bin energik termasuk wajah pun harus dirawat.  Caranya harus sering olahraga dan cuci muka sehabis dari perjalanan yang penuh polusi. Banyak pemuda di kampung saya yang jomblo dan nganggur kerjaannya cuma nongkrong di pos hansip dan ngerokok. Mestinya mereka harus rajin berolahraga agar jiwa pemalas bisa berkurang. Kualitas kegantengan akan terdongkrak drastis jika anda rajin berolahraga karena olahraga akan membuat kita fit, energik, percaya diri dan wajah nampak lebih ceria.
4. Be a Real Man
Cara berbicara dan bersikap akan menentukan kualitas anda sebagai pria. Wajah ganteng, body six pack tapi bicara dan sikapnya seperti wanita tentu akan membuat orang lain yang melihat anda geleng-geleng kepala. Jadilah pria sejati! bicaralah dengan intonasi dan body language yang menunjukan kalau anda laki-laki 100%.
5. Bersosialisasi
Ganteng tapi gak banyak teman tentu sangat disayangkan karena berarti menyia-nyiakan aset yang diberikan Tuhan. Makin banyak anda berteman/bergaul maka makin banyak orang yang akan mengenal anda. Dengan bersosialisasi anda akan mendapat banyak rejeki dan umur panjang. Siapa tau pada saat gaul, ketemu produser/sutradara yang melihat kegantengan anda kemudian ngajak main film/iklan. Yang namanya rejeki itu seringkali datang diluar perhitungan kita alias tidak disangka-sangka. Betul?

 

6. Jangan Lupa Minum gantengin tersedia ditoko-toko terdekat rumah anda....!!!!



Buat semua pembaca tentunya masih ingetkan sama budi anduk.......!!!!Siapa sekarang ini yang tidak kenal komedian Budi Anduk? Dia muncul dan besar di Tawa Sutra yang tayang di ANteve. Acara ini terbilang sukses. Buktinya, Budi Anduk dan teman menjadi bintang iklan yang belakangan sering muncul di layar kaca. Yang paling sukses adalah Budi Anduk. Selain dia muncul di dua iklan, ia juga diminta menjadi dua pembawa acara di dua acara yang berbeda (satu di Indosiar, satu lagi di ANteve)
Bahkan, ketika gonjang-ganjing penolakan terhadap calon wakil presiden Budiono, nama Budi Anduk yang disandingkan. “Budiono No, Budi Anduk Yes!” begitu bunyi salah satu spanduk.
Budi sadar betul, tak mudah bisa membuat namanya berada pada posisi seperti saat ini, kalau bukan campur tangan Tuhan. Ia sendiri sadar bahwa apa yang dimilikinya saat ini hanyalah sebuah titipan. “Saya sih biasa aja. Bedanya cuma karena saya ada di tv aja, jadi dikenal. Coba kalau saya (kerja) di pabrik, mungkin saya tidak dikenal,” ujarnya di Kompas Onlien
Diakui pemilik nama asli Budi Prihatin ini, ketenaran yang dirasakannya saat ini merupakan sesuatu yang tak pernah dibayangkannya. “Enggak nyangka juga bisa jadi dikenal, targetnya sih cuma cari penonton aja. Kalau sekarang jadi dikenal, ya alhamdulillah. Apalagi dengan muka yang jelek ini gue masih bisa kerja,” tutur Budi.
Cukup puaskah suami Neneng Nurhayati ini dengan hasil yang didapatnya saat ini? “Jangan merasa cepat puas. Gue ini belum sukses, masih biasa aja. Gue masih harus banyak belajar,” ujarnya.
Tampang budi yang lugu, lucu, dan sangat “aneh” membuat dirinya mudah dikenal. Kisah yang hampir sama dialami Tukul Arwana. Keduanya berwajah “di bawah rata-rata.” Justru kekurangan itulah salah satu kunci kesuksesan mereka: Budi Anduk dan Tukul.
Begitulah. Tampang jelek, juga merupakan ujian bagi para pemiliknya. Bukan saya merasa ganteng — saya termasuk kelas Tukul dan Budi Anduk malahan — jika menilai wajah kurang keren sebagai satu bentuk ujian kesabaran. Coba betapa banyak, orang yang berwajah tidak keren itu lantas rendah diri. Minder. Mereka lantas tidak bisa bersyukur. Iri atas orang lain yang lebih ganteng, sedangkan nasibnya sendiri berwajah jelek. Orang yang lantas operasi plastik, bisa jadi, adalah karena merasa dirinya kurang.
Meski begitu, jangan sangka orang-orang yang berwajah ganteng dan cantik, bukan sebagai ujian kesabaran. Justru orang ganteng ini, ujiannya menjadi dua kali lipat: Pertama, apakah dia bisa bersyukur atas kegantengan/kecantikan dirinya. Kedua, apakah dia bisa menjalankan amanah kegantengan/kecantikan di jalan yang benar.
Dengan wajah ganteng, dia menjadi playboy, misalnya, jelas bukan bentuk bersyukur dan menjalankan amanah yang benar. Begitu pula, mereka yang diberi paras cantik. Betapa banyak orang cantik yang menggunakan untuk memperdaya lelaki. Betapa banyak perempuan elok yang justru jatuh ke kehidupan yang salah arah. Pelacur, menggondol suami orang, atau menjadi penggerogot lelaki yang kaya dan sukses.
Ganteng dan cantik, juga bisa menjerumuskan pemiliknya menjadi orang yang sombong. Karena “keunggulan” wajahnya, mereka lantas menganggap remeh orang lain. Mereka melecehkan mahluk sejenis, bermodalkan tampang.
Nah, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi pemberian Alloh ke wajah kita. Bisa lebih baik, atau justru kian hancur. Toh tidak sedikit orang yang berburuk muka, lantas memanfaatkan ke jalur yang salah. Mengemis, menakut-nakuti pihak lain.
Saya merasa bersyukur diberi tampang yang “Sedang-sedang” saja. Ganteng tidak, jelek pun nggak.

 Tommy Winsky-Budi Anduk


 

Perlunya Etiket dalam Pergaulan Remaja Masa Kini

Beberapa kalangan mensinyalir merosotnya budi pekerti di kalangan anak dan remaja. Guru dan orangtua agar lebih paham dan mengerti pemahaman dan permasalahan etika dan etiket remaja saat ini.  Seringkali orangtua geleng-geleng kepala melihat tingkah polah remaja dewasa ini. Mulai dari tata krama terhadap orang dewasa, kelakuan ugal-ugalan di jalan raya, hingga perilaku menyimpang, seperti seks dan narkoba. Bentrok anak dan orangtua pun kerap terjadi lantaran remaja kurang memahami etiket bersopan santun. Rupanya, banyak remaja yang tak tahu dengan etiket.
Berbagai kalangan mengganggap bahwa dihapusnya pelajaran budi pekerti dari kurikulum pendidikan Indonesia menjadi salah satu penyebab merosotnya etika dan budi pekerti remaja saat ini. Namun sebenarnya belum tentu demikian, karena etika remaja lebih banyak dipelajari di lingkungan terutama lingkungan keluarga, sekolah dan tempat bermain. Anak remaja yang saat ini sangat cuek sehingga bisa menjadikan mereka dalam bahaya dalam bersosialisasi.
Mungkin saja beberapa orangtua di jaman dulu mengaku sangat miris terhadap gaya dan perilaku remaja yang banyak tidak beraturan. Remaja sekarang dianggap  sudah menganggap remeh segala sesuatu. Mereka sudah tidak lagi memandang orang tua serta melupakan norma-norma yang ada. Jarang sekali terdengar remaja mengucapkan salam atau menanggapi sapaan orangtua. Mudah sekali terlibat narkoba, mudah sekali terlibat dalam seks bebas, ini bahaya jika dibiarkan secara terus menerus

Etiket dan Etika
Perbedaan antara etika dan etiket. Etika merupakan falsafah moral yang dilandasi agama, budaya, perilaku mana yang baik dan buruk. Etiket itu penjabarannya berdasarkan etika. Etiket adalah aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. “Etiket bisa disebut sebagai golden rules yang menyatakan perlakukan orang lain sebagaimana kamu yang ingin diperlakukan. Karena itu, orang yang memahami etiket memperlakukan orang lain dengan baik dan respek, sehingga akan lebih diterima dalam pergaulan. Sebagai remaja, pasti ingin disukai banyak orang dan berhasil dalam pergaulan.
Etiket bisa diartikan sebagai rambu-rambu yang membantu mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Hal utama yang juga menjadi dasar dari etiket adalah adat-istiadat atau tradisi dari daerah dan negara tertentu. Cara menunjukkan arah, mengedipkan mata, atau menggeleng di setiap daerah mungkin akan berbeda-beda dan memiliki makna yang tidak sama.
Prinsip-prinsip dalam etiket selalu tetap, tidak berubah, bersifat universal, dan tak terbatas waktu dan tempat. Terdapat tiga prinsip dalam etiket, yaitu respek, empati dan kejujuran. Respek berarti menghargai orang lain, peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Tak peduli mereka berbeda, berasal dari kultur berbeda, atau keyakinan berbeda.
Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada setiap orang dengan kelebihan, kekurangan, kesamaan dan perbedaan yang ada. Dengan bersikap respek, kamu berharap, orang lain juga akan respek padamu.  Empati berarti meletakkan dirimu di pihak orang lain. Sebelum bertindak atau berucap, kamu harus berpikir dulu, apa pengaruhnya bagi orang lain. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Apakah akan membuatmu senang atau berang. Pikirkan dulu, jangan sampai tindakan atau ucapanmu menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitarmu, atau membuat dirimu terlihat buruk di mata orang lain.  Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati, akan membuatmu terlihat bijaksana, dewasa dan manusiawi
Etiket Remaja tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar, tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia, alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Bila berkaitan hunungan dengan sesame manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika.
Etika tersebut bisa saja mengenai cara berpacaran yang benar,  aturan sopan santun yang umum, sampai cara ber-gaul yang baik dalam situasi yang spesifik. Etika remaja juga meliputi komunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan. Etiket remaja juga berbkaitan dengan berbagai tata karma dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, sampai tata krama bergaul dengan orang dewasa dan lawan jenis. Semua itu sangat berguna untuk kehidupan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang
Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan, tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Dengan bekal etiket yang baik  akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun. Remaja  akan enjoy berada di mana pun, bahkan di lingkungan baru sekalipun.
Anak remaja kalau diajak ngomong cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu
Banyak hal sepele ternyata perlu diperhatikan remaja, seperti kebiasaan berkelompok atau nge-gank.  Seorang remaja yang menarik bisa berteman dengan siapa saja. Ia tidak membatasi pergaulan dengan menjadi anggota sebuah kelompok atau gank, atau lingkaran tertutup di sekolah. Karena akan dicap sesuai karakter gank-mu, dan kehilangan peluang untuk mendapatkan persahabatan baru.
Anak muda sesuai perkembangan psikologisnya didominasi oleh penemuan jati dirinya.  Sehingga pada umumnya remaja relatif merasa bukan anak kecil lagi dan merasa sudah pintar dalam berkehidupan. Sehingga bila dalam keadaan tertenti anak remaja kalau diajak ngomong terkesan cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu.
Etiket sangat diperlukan bila remaja bersosialisasi dengan lingkungan mahluk hidup dan alam. Bila bersosialisasi berkomunikasi dengan mahluk hidup bisa dengan manusia, binatang atau flora sekitar kita. Saat berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan tatakrama mulai dari etiket berkomunikasi, etiket di rumah, di sekolah, di tempat umum, di perjalanan, etiket dalam berbusana, serta dalam pergaulan.
 

Remaja harus jujur. Jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. “Jika kebenaran itu sulit, kamu harus menemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya atau cukup dengan diam. Para remaja akan belajar secara praktis cara berkomunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan, yang sangat berguna untuk kehidupannya, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

 Remaja harus jujur. Jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. “Jika kebenaran itu sulit, kamu harus menemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya atau cukup dengan diam. Para remaja akan belajar secara praktis cara berkomunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan, yang sangat berguna untuk kehidupannya, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
 Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan, tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Dengan bekal etiket yang baik  akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun. Remaja  akan enjoy berada di mana pun, bahkan di lingkungan baru sekalipun. Anak remaja kalau diajak ngomong cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu.
Banyak hal sepele ternyata perlu diperhatikan remaja, seperti kebiasaan berkelompok atau nge-gank.  Seorang remaja yang menarik bisa berteman dengan siapa saja. Ia tidak membatasi pergaulan dengan menjadi anggota sebuah kelompok atau gank, atau lingkaran tertutup di sekolah. Karena akan dicap sesuai karakter gank-mu, dan kehilangan peluang untuk mendapatkan persahabatan baru.
 Remaja juga diingatkan untuk belajar berbagai tata krama, dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, merokok, sampai tata krama bergaul dengan orang lain dan lawan jenis, berkata tidak untuk ajakan kencan seks, narkoba dan miras.
Remaja harus diberi pengertian, agar mereka tumbuh menjadi remaja yang penuh empati. Untuk mencapai sukses dalam banyak hal, paling esensial yang perlu dimiliki oleh remaja dan generasi muda sekarang ini adalah etiket. Etiket harus bersandarkan pada etika. Etiket adalah kebutuhan hakiki. Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Presiden Amerika Serikat Theodore Rosevelt, pernah  mengatakan, salah satu unsur yang paling penting, yang paling esensial untuk mencapai sukses adalah kemampuan untuk bergaul dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.Di sinilah perlunya etiket, sebuah kebutuhan yang begitu hakiki. Etiket bergaul dalam perkembangan zaman harus semakin dibudayakan. Etika, sikap hidup, saling menolong, orientasi dasar itu harus dimiliki guna memperkaya pergaulan kita untuk mencapai jenjang kesuksesan. Etiket harus bersandarkan pada etika. Inti dari etiket dan etika pergaulan adalah kepedulian.
Orangtua sekarang seringkali salah tingkah melihat anak-anaknya yang kurang etiket, seperti bersalaman dengan tamu tak melihat muka karena dilatari surutnya etiket para anak gaul. Saat ini  kerap ditemui mereka malas menjawab salam dan kurang tanggap saat disapa. Asyik dengan mainannya sendiri, Budi pekerti itu penting di tengah kesibukan orang tua. Anak-anak saat ini tampak semakin cerdas secara kognitif tapi nila kurang dari sisi etika, moral, sosial, dan spiritual maka akan mengaburkan kualitas yang ada.
Untuk urusan berpacaran, remaja juga harus punya etiket. Menembak’ atau mengutarakan cinta juga ada etiketnya, demikian halnya sopan-santun dalam berkencan, yang paling utama adalah ’say no to sex’. Jangan tertipu oleh janji-janji manis cowok. Misalnya, ‘Aku akan bertanggungjawab kok, aku akan nikahin kamu’. Cowok yang gampang berjanji biasanya gampang mengingkari.
Jika remaja tidak berani mengatakan ‘tidak’ pada rokok, ajakan seks, narkoba dan miras, maka mereka akan terjerembab pada hal-hal merugikan dan disesali seumur hidup. Remaja harus diberi pengertian, agar mereka tumbuh menjadi remaja yang penuh empati.
 

kayanya segini aja dulu dari gw